Apakah Porang Bisa Ditanam di Lahan Sawit?

Jadiberkah.com – Porang yang memiliki nama lain iles-iles atau coblok sudah dimanfaatkan sejak tahun 1942 oleh para tentara Jepang sebagai logistik pangan mereka selama masa peperangan. Dulu, porang adalah tanaman liar yang biasa tumbuh disemak-semak ataupun area hutan.

Nama porang baru terkenal beberapa tahun belakangan setelah viralnya kisah para petani Porang yang berhasil meraih omset miliaran rupiah dari budidaya tanaman umbi-umbian ini.

Setelah itu orang mulai berbondong-bondong mencari tahu apa itu porang, baik lewat website ataupun youtube. Bahkan, Beberapa orang yang kadung penasaran ada yang sampai jauh-jauh datang ke sentra-sentra porang di Jawa Timur untuk mencari ilmu tentang perporangan.

Porang memiliki nilai ekonomis tinggi, ini dikarenakan banyak negara luar, seperti Jepang, China, Thailand dan beberapa negara lainnya memerlukan pasokan umbi porang untuk dijadikan sebagai bahan dasar berbagai produk, misalnya kosmetik, lem, agar-agar, roti dan lain sebagainya.

Karena budidaya tumbuhan porang dianggap menguntungkan, beberapa daerah mulai mengintroduksi tumbuhan porang untuk ditanam para petani yang memiliki lahan-lahan pertanian.

Baca Lainya:  Apa Itu Bisnis Waralaba Dan Contohnya?

Saat ini sendiri daerah yang terkenal dengan porang adalah Madiun, Jawa Timur. Ini dikarenakan beberapa kisah petani sukses yang berhasil meraup keuntungan ratusan juta sampai miliaran rupiah berasal dari kota ini.

Lalu, bagaimana karakteristik porang sendiri. Apakah tanaman ini bisa ditanam di lahan sawit atau lahan-lahan lainnya. Lahan seperti apa yang dibutuhkan untuk menanam porang? Mari kita simak penjelasannya.

Apakah Porang Bisa Ditanam Di Lahan Sawit?

 

Porang sebetulnya berasal dari tanaman hutan yang kemudian di budidayakan. Ia bisa tumbuh dimana saja disembarang tempat, seperti misalnya di semak-semak belukar, di tepi sungai, di bawah rerimbunan bambu atau di bawah segala macam ragam naungan.

Tanah yang cocok untuk menanam porang adalah tanah yang mempunyai struktur gembur dan kaya akan unsur hara serta memiliki kandungan humus yang tinggi. Tanaman porang adalah tanaman yang dianggap gampang dibudidayakan dan tidak terlalu membutuhkan perawatan khusus.

Nah, pertanyaan utamanya adalah, apakah tanaman porang dapat ditanam di lahan sawit? Jawabannya BISA. Beberapa daerah melalui dinas perkebunan, perhutanan ataupun perusahaan bahkan mulai mendorong para petani sawit agar juga menanam porang di lahan perkebunannya.

Baca Lainya:  4 Strategi Pemasaran Rumah Makan Padang Agar Bertahan Selama Pandemi

Namun, tentu saja, itu bukan berarti menggantikan perkebunan sawit dengan tanaman porang, melainkan menggunakan sistem tumpang sari. Jadi, tanaman porang nantinya akan di tanam di sela sela tumbuhan sawit yang biasanya memiliki jarak tertentu antara pohon 1 dengan pohon lainnya.

Selain, di lahan sawit porang juga bisa ditanam di sela-sela pepohonan karet. Jika ini dilakukan, tentu saja akan menguntungkan para petani, karena hasil panen bisa berlimpah 2 kali lipat dari biasanya.

Lewat program pendampingan dan bantuan dari dinas pemerintah ataupun lembaga swadaya masyarakat beberapa daerah berhasil melakukan program tumpang sari antara sawit dan porang.

Untuk pasar porang sendiri, masyarakat tidak perlu khawatir, karena pasar ekspor akan menyerap hasil panen para petani nantinya. Ini tentu saja menguntungkan, karena pasar ekspor memiliki harga yang cukup stabil jika dibandingkan pasar dalam negeri.

Baca Lainya:  Ketahui Biaya Les Privat Per Hari Sebelum Panggil!

Adapun, saat ini porang mayoritas digunakan untuk komoditas ekspor dan memang tidak untuk di pasarkan di Indonesia. Sebagai informasi, ekspor tanaman porang pada tahun 2020 mencapai angka 923,6 miliar rupiah. Hampir mendekati angka 1 triliun.

Maka dari itu tak heran jika Jokowi mengukuhkan porang sebagai salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia dimasa mendatang.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.