Beberapa Contoh Business Model Canvas Perusahaan Jasa

Bisnis – Bisnis model canvas bukan hanya diterapkan dalam bidang makanan, fashion, cafe ataupun kesehatan. Akan tetapi bisnis model canvas juga sering diterapkan dibidang jasa bagi seseorang yang sedang merancang bisnis bidang jasa.
Terdapat beberapa jenis Bisnis dalam bidang jasa, misalnya bisnis jasa pengiriman, event organizer, reparasi komputer, laundry, les private, jasa titip, permak, kursus keterampilan penitipan motor, dll.
Mari kita ulas beberapa contoh yang terdapat pada bisnis model canvas (BMC) dalam artikel ini. Simak ulasannya dibawah ini.

Apa Saja Contoh Business Model Canvas Perusahaan Jasa?

1. Costumer Segment

Dalam poin ini, anda akan menentukan siapa yang akan menjadi segmen kostumer anda. Meliputi demografi, geografi, perilaku kostumer dan costumer journey.
Sederhananya, yang masuk kedalam poin 1 dalam bisnis laundry ini biasanya adalah mahasiswa, ibu rumah tangga sampai para pegawai di perusahaan yang kadang tidak memiliki waktu untuk mencuci karena kesibukannya. Dan ini adalah peluang yang harus anda manfaatkan sebaik mungkin.

2. Value Proposition

Mungkin bukan hanya anda yang mempunyai bisnis laundry, ada bisnis serupa milik orang lain yang sudah berjalan ataupun bisnis laundry baru lain yang akan muncul ketika bisnis anda sedang berjalan.
Maka dari itu, anda harus memiliki keunikan tersendiri yang akan membedakan anda dengan laundry di tempat lainnya. Value yang bisa digunakan oleh jasa laundry misalnya adalah kecepatan laundry, kerapihan, parfum yang digunakan dan juga layanan ramah, cepat dan murah.

Baca Lainya:  3 Tips Membuka Usaha Sablon Yang Mudah

3. Channels

Channel berkaitan dengan bagaimana anda mempromosikan bisnis yang akan anda jalankan. Dalam bisnis laundry kamu bisa mencetak brosur dan menyebarkannya pada tempat-tempat yang sering dikunjungi costumer segment anda.
Jika anda berada di kota besar seperti Jakarta atau Bandung, anda bisa mempertimbangkan menggunakan layanan google bisnisku agar jasa anda dapat dengan mudah ditemukan oleh calon kostumer.

4. Costumer Relationship

Jalin hubungan yang baik dengan pelanggan, agar mereka puas dan menjadi pelanggan loyal di laundry anda. Berikan layanan terbaik berupa sapaan ramah atau misal voucher diskon untuk pelanggan yang sudah laudry misalnya sebanyak 5 kali.
Selain itu, pada beberapa kasus terkadang ada uang terselip di baju atau celana pelanggan. Nah, uang tersebut tentu saja tidak boleh diambil, simpan pada bungkus laundry yang sudah terpacking. Dengan seperti itu pelanggan pun akan puas dan menilai laundry anda adalah tempat yang jujur.

Baca Lainya:  Apa Yang Dimaksud Dengan Rumah Subsidi

5. Revenue Stream

Revenue stream biasanya berkaitan dengan sumber-sumber pemasukan lain yang bisa kita maksimalkan selain dari sumber pemasukan utama. Jika kamu menggunakan jasa laundry kilat yang bisa ditunggu, tak ada salahnya kamu juga menyediakan kopi atau cemilan lain.
Tujuannya yakni agar ketika pelanggan menunggu mereka bisa membelinya di tempat kamu. Dengan seperti itu sumber penghasilanmu menjadi bertambah, satu dari laundry satu dari dagang makanan.

6. Key Activities

Jangan lupa juga untuk mencatat segala aktivitas yang berjalan. Dalam bisnis laundry aktivitas utama meliputi mencuci, setrika dan packing baju. Lakukan aktivitas ini dengan baik, jangan sampai kita mengecewakan pelanggan karena pakaian masih bernoda, kurang rapi atau malah tertukar dengan pelanggan lain.

Baca Lainya:  Contoh Usaha Franchise Yang Bagus Apa Ya

7. Key Partnership

Siapa yang akan menjadi partner anda? Di poin ini mungkin anda bisa mencari suplier yang bisa menyediakan sabun cuci dan pewangi dalam jumlah murah dari harga pasaran.
Dengan seperti itu, anda bisa menghemat pengeluaran dan bisa menabungnya untuk menambah amunisi dalam rangka pengembangan bisnis dimasa mendatang.

karyono

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.