Penghasilan Sawit 1 Hektar Serta Bagaimana Budidaya yang Tepat

Jadiberkah.com – Budidaya kelapa sawit memang menggiurkan. Keuntungan bersih yang diperoleh dari usaha ini bisa dikatakan besar.  Namun, tentu saja, dalam dunia bisnis, umumnya keuntungan berjalan lurus dengan modal yang di keluarkan.

Begitupun dengan bisnis kelapa sawit. Banyak modal yang harus anda keluarkan mulai dari penyediaan lahan, pembukaan lahan, pembelian bibit, perawatan, belum lagi beban biaya gaji karyawan dan pengeluaran-pengeluaran lainnya.

Lalu, berapa sebetulnya hitung hitungan modal yang harus dikeluarkan dan berapa potensi penghasilan yang bisa didapatkan jika anda ingin budidaya sawit di lahan 1 hektar. Berikut ini adalah penjelasannya.

Berapa Penghasilan Sawit 1 Hektar Serta Bagaimana Budidaya yang Tepat ?

 

Pohon sawit umumnya akan bisa dipanen ketika sudah menginjak usia sekitar 3 tahun. Proses panen tersebut akan dilakukan sebanyak dua kali dalam satu bulan untuk kebun yang memiliki luasan lahan 2 ha. Rata-rata berat untuk tandan buah segar dari sawit ini mencapai 50 kg. Hal itu tergantung pada proses perawatan dan juga jenis bibit yang dipilih.

Makin tua umur dari kelapa sawit tersebut, maka semakin berat pula dari tandan buah segar pun juga akan semakin bertambah. Itu artinya ketika Anda disini mengelola 1 hektar kebun sawit yang memiliki 136 pohon dan untuk tiap pohon menghasilkan 1 tandan yang memiliki berat 50 kg per bulan, otomatis dalam 1 hektar tersebut akan mampu menghasilkan 6,8 ton setiap bulannya.

Baca Lainya:  Tingginya Prospek Budidaya Ayam Pedaging

Rata-rata harga tandan buah segar sawit yaitu sekitar 1300 tiap kg nya,  penghasilan yang bisa diperoleh yaitu sebesar Rp 8.840.000 per bulan. Atau jika menggunakan hitungan tahun bisa memperoleh uang sebesar Rp 106.080.000 per hektar.

Tapi perlu diketahui, yang mana angka tersebut belum termasuk dalam biaya operasional serta hal-hal teknis lain. Seperti contohnya gaji dari buruh harian lepas yang mana di sini berkisar antara Rp 60.000 hingga Rp 78.000 per hari. Serta terdapat biaya-biaya lain seperti biaya pupuk, biaya angkut dan lain sebagainya.

Namun bagaimanapun juga keuntungan tersebut merupakan keuntungan yang terbilang besar. Terlebih jika luasan area dari sawit makin besar, otomatis penghasilan yang didapat pun juga akan makin banyak. Kelapa sawit merupakan lahan bisnis yang memang sangat menggoda karena laba dan keuntungan yang ditawarkan tersebut.

Baca Lainya:  Berapa Modal Franchise Kopi Janji Jiwa

Akan tetapi, banyak orang yang mengetahui bahwa untuk memulai perkebunan sawit yang berhasil, haruslah melalui tahap-tahap yang sangat penting. Berikut ini akan diulas mengenai apa saja tips budidaya kelapa sawit yang perlu untuk Anda ketahui.

Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu Anda perlu memilih bibit sawit unggul. Memilih bibit unggul tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Karena hal tersebut akan berdampak pada kualitas dari kelapa sawit nantinya. Setelah memperoleh bibit unggul, selanjutnya harus melalui pemeliharaan bibit.

Pemeliharaan bibit ini dilakukan di dalam polybag supaya sehat. Pemeliharaan mencakup antara lain penyiraman, penyiangan, pengawasan serta pemupukan. Hal-hal tersebut harus dilakukan secara runtut. Baru setelah itu dilakukan penanaman. Untuk proses penanaman sendiri nantinya Anda perlu menggunakan teknik penanaman yang tepat.

Dan untuk penentuan itu sendiri dapat dilakukan dengan cara monokultur atau tumpangsari. Jika Anda memilih untuk menggunakan metode monokultur, sebaiknya pilih penanaman kacang-kacangan sebagai tumbuhan penutup tanah. Sementara jika disini Anda memakai metode tumpang sari dalam proses penanaman, maka Anda bisa menanami tanaman seperti jagung, ubi kayu ataupun padi.

Baca Lainya:  Usaha sampingan ibu rumah tangga

Nah, itulah tadi pembahasan yang dapat dijelaskan mengenai berapa penghasil sawit 1 hektar dan bagaimana cara budidaya yang tepat, semoga artikel ini bermanfaat.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.