Review Lengkap Bus ALS,Jurusan Dan Siapa Sih Pemiliknya

Otomotif – ALS adalah operator bus terbesar dan tertua di pulau Sumatera dan salah satu pemilik rute terjauh di Indonesia, dengan rute dari Medan di Sumatera Utara ke Jember di Jawa Timur. Selain itu, ALS juga melayani rute ke banyak kota di pulau Sumatera dan Jawa. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang PO Bus ALS, pada artikel kali ini kita akan membahas review PO Bus ALS, yuk simak!

Sejarah Po Bus ALS

Pada awalnya, ALS dimulai dengan membuka rute dari Muara Sipongi atau Kotanopan menuju Medan. Menjadi salah satu pelopor transportasi penghubung antar kota di Sumatera, dengan membuka rute di beberapa kota. Mulai dari Pekanbaru, Banda Aceh, Bengkulu, Jambi, Palembang, Padang, dan Lampung.

Pada tahun 1960-1970-an, penyeberangan dari Bakauheni ke Mera tidak memungkinkan karena kapal yang ada tidak mampu mengangkut kendaraan besar. Penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan ke Pulau Jawa harus mengakhiri perjalanannya dengan terus menaiki kapal untuk menyeberangi Selat Sunda.

Di era 80-90an saat kapal ferry mulai berlayar di Selat Sunda, ALS pun membuka jangkauan rutenya. Dari sebelumnya hanya melayani penumpang antar kota di Pulau Sumatera, mereka melakukan gebrakan baru. Dengan membuka rute dari Medan menuju beberapa kota di pulau Jawa seperti Jakarta, Solo, Jogja, Surabaya hingga Denpasar.

Baca Lainya:  5 Kiat Sukses Peluang Usaha Tambal Ban dan Ganti Oli, Pemula Wajib Tahu!

Setelah sukses membuka rute ke kota-kota besar di pulau Jawa, ALS melanjutkan terobosannya dengan menjelajahi beberapa kota kecil di Jawa Timur. Seperti jalur Medan-Surabaya-Malang, dan yang terjauh yang masih ada hingga saat ini adalah Medan-Jember. Menjadi salah satu jalur terjauh di Indonesia saat ini, bagi TS yang berdomisili di Jawa Timur, pertemuan ALS di jalan tersebut merupakan momen langka. Tidak setiap hari Anda bisa melihatnya berseliweran di jalan.

Apa Singkatan Dari Bus ALS?

ALS yang merupakan singkatan dari Antar Lintas Sumatera merupakan operator angkutan umum dari Medan, Sumatera Utara. Didirikan pada tanggal 29 September 1966, Perusahaan Otobus (PO) ini awalnya hadir dengan nama PT Trans Sumatera Transportasi dan Industri Trans Sumatera di Kotanopan, Mandailing Natal. Rute yang ditawarkan juga terbatas, yakni rute pulang pergi Medan – Kotanopan dan Medan – Bukittinggi, dengan menggunakan bus Chevrolet C50.

Baca Lainya:  Mengatasi Permasalahan Batrai Pada Mobil Timor Dan Mobil Lainya

Saat itu, hampir seluruh wilayah di Sumatera masih sangat sulit dijangkau kendaraan karena jalan yang kurang memadai. Namun, hal tersebut tidak menjadi kendala bagi H. Sati Lubis dan pendiri ALS lainnya untuk menyediakan transportasi yang layak bagi penggunanya. Pada tahun 1972, ALS justru menambah rute baru ke Banda Aceh, Padang, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Palembang, dan Lampung. ALS juga memindahkan kantor pusatnya ke Medan untuk memperlancar operasional bisnis.

Bus ALS Tujuan Kemana?

ALS adalah operator bus terbesar dan tertua di pulau Sumatera dan salah satu pemilik rute terjauh di Indonesia, dengan rute dari Medan di Sumatera Utara ke Jember di Jawa Timur. Selain itu, ALS juga melayani rute ke banyak kota di pulau Sumatera dan Jawa.

Bus ALS Punya Siapa?

Bagi penggemar transportasi darat, khususnya bus, Kendaraan Trans Sumatera atau ALS tentu bukan hal baru. ALS sendiri telah bergabung sebagai penyedia layanan transportasi publik sejak beberapa dekade terakhir. Tak heran, kesuksesan PT ALS tak lepas dari sosok pendirinya. Direktur Utama PT. ALS Chandra Lubis dalam sebuah perbincangan mengungkapkan, perusahaan bus yang dimilikinya bersama sejumlah rekannya itu didirikan tak lain oleh sang ayah.

Baca Lainya:  Penasaran Berapa Gaji Kerja di Indomaret? Yuk Cek Faktanya!

Berapa Muatan Bus ALS?

Perusahaan bus ALS sangat memperhatikan kenyamanan penumpangnya. Hal ini terlihat jelas dari muatannya yang memiliki 46 kursi didalamnya.

Demikian ulasan tentang Review Lengkap PO Bus ALS, Semoga bermanfaat.

karyono
Latest posts by karyono (see all)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.