Bagaimana Proses  Pengendalian Hama Ulat Api pada Tanaman Kelapa Sawit?

Jadiberkah.com – Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi menurunnya hasil produksi sawit ketika masa panen adalah serangan hama ulat pada tanaman kelapa sawit pada musim pertumbuhan. Perlu anda ketahui bahwa ada 3 jenis ulat yang biasa menyerang tanaman sawit, diantarnya yakni ulat bulu, ulat kantung dan ulat api.

Ulat api terdiri dari 3 jenis yang berbeda seperti misalnya S Asigna, P Lepida, D Trima dan A Nitens. Jenis S Asigna banyak ditemukan di perkebunan sawit di wilayah Sumatera, sedangkan S Nites persebarannya ada di wilayah Kalimantan. Sementara ulat-ulat tersebut harus ditangani dengan  cara yang baik dengan tujuan  agar nantinya tidak merugikan para petani.

Dalam sejarahnya, sebetulnya jenis ulat-ulat tersebut sudah diketahui eksistensinya sejak tahun 1960-an, hanya saja saat itu mereka hanya menyerang pepohonan kelapa. Namun, seiring banyaknya pepohonan kelapa sawit, ulat tersebut juga ternyata menyerang dedaunan pohon sawit.

Pada beberapa kasus, ulat api biasanya menyerang daun sampai melidi, mereka juga kadang menyerang daun-daun muda yang nantinya bisa merusak produktivitas hasil pertanian. Ulat akan aktif pada senja sampai malam hari, di waktu siang mereka akan hinggap di pelepah daun-daun tua atau kering dengan posisi kepala dibawah (terbalik).

Baca Lainya:  Inilah Pekerjaan Yang Memiliki Gaji Besar

Nah, untuk memberantas hama ini, ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk menekan jumlah populasi ulat hama atau juga memutus siklus hidup dari hama tersebut. Diantaranya cara pengendalian ulat hama jenis api adalah sebagai berikut:

Bagaimana Cara Pengendalian Ulat Api Pada Tanaman Kelapa Sawit?

 

  1. Pengendalian Hama Secara Mekanis

Pengendalian ulat api secara mekanis adalah pengendalian secara langsung, yakni dengan cara memburu ulat ulat yang hinggap di dedaunan, baik yang sudah berbentuk ulat ataupun masih berbentuk kepompong.

Kemudian nanti ulat ulat tersebut dikumpulkan dan dapat dimusnahkan dengan cara dibakar. Cara ini sebetulnya cukup efektif, namun anda akan sedikit kesulitan jika lahan sawit sangat luas. Maka dari itu dibutuhkan kolektifitas dan kerjasama dari beberapa pekerja untuk melakukan pengendalian hama dengan cara ini.

Baca Lainya:  Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten
  1. Pengendalian Hama Secara Biologis

Pengendalian secara biologis adalah pengendalian dengan cara menciptakan parasitoid atau predator bagi hama tersebut. Setiap makhluk hidup ada dalam satu mata rantai makanan, yang satu bisa memakan yang lain agar keberadaan makhluk hidup stabil, tidak banyak, tidak kurang.

Dalam dunia persawahan contohnya, hama tikus tidak akan bisa berkembang selama di sawah banyak predator jenis ular. Tikus sebagai hama akan menjadi makanan ular, sehingga jumlah populasi hama di lahan persawahan bisa ditekan.

Dalam pengendalian hama ulat api, ada beberapa jenis hewan yang bisa menjadi predator ulat, diantaranya seperti predator Sycanus dicchotomus. Ia adalah sejenis serangga yang biasa memangsa pupa, imago atau larva dalam famili berbeda.

  1. Pengendalian Secara Kimia

Beberapa tokoh mengemukan, bahwa pengendalian secara kimia hanya bisa dilakukan dengan situasi dan kondisi tertentu. Ini dilakukan untuk menjaga hal-hal negatif yang bisa ditimbulkan oleh bahan-bahan kimia yang digunakan.

Pengendalian jenis ini, umumnya dilakukan jika ulat sudah terlalu banyak hingga pada sebuah pelepah daun (berkisar 5-10).

Baca Lainya:  Tips Shopee Live Streaming Ramai Penonton

Sedangkan pada pohon kelapa sawit yang masih rendah, pengendalian dapat anda lakukan dengan cara penyemprotan larutan insektisida dengan dosis 2cc per 1 liter air. Sedangkan pada pepohonan yang sudah tinggi dilakukan dengan cara pengasapan atau fogging ketika posisi ulat aktif pada malam hari.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.