Permasalahan injector pada mobil Timor yang sering terjadi

Jadiberkah.com – Permasalahan injektor pada mobil Timor dan mobil lainya.
Mobil Timor DOHC sudah menggunakan sistem injeksi dalam proses karburasi bahan bakar,sehingga proses pencampuran bahan bakar dan udara menjadi maksimal.
Injektor bahan bakar adalah komponen yang sangat penting dalam sistem injeksi bahan bakar atau EFI. Tugasnya adalah menyemprotkan / menyuntikkan bahan bakar ke dalam ruang bakar tepat dengan komposisi yang tepat sesuai urutan yang diatur oleh sistem.

Sistem injeksi bahan bakar mesin mobil memiliki banyak keunggulan, terutama dalam hal penggunaan bahan bakar yang lebih efisien (efektif) dan pada akhirnya mengurangi polusi sehingga mobil menjadi lebih ramah lingkungan.

Baca Lainya:  Sosok New Nissan Livina Terungkap, Apa Kata NMI?

Karena menipisnya cadangan minyak dunia dan semakin meningkatnya suhu global, pabrikan otomotif, termasuk mobil dan motor, kini meninggalkan teknologi lama karburator. Mungkin hanya mesin pemotong rumput atau generator rumah yang masih menggunakan teknologi karburator konvensional.

Namun di sisi lain, sistem bahan bakar sepeda motor yang canggih ini bukannya tanpa cacat. Semua komponen sangat banyak dan rumit, mulai dari sistem ECU elektronik hingga injektor, membuatnya lebih rentan terhadap kerusakan.

Bahkan tidak rusak bahkan mesin pun tidak bisa bekerja, misal pengaturan berubah / reset dengan konsekuensi tertentu. Bandingkan dengan karburator yang jauh lebih sederhana dan primitif jika dibandingkan dengan sistem EFI, tetapi jarang rusak kecuali spuyer, jarum, pegas dan pelampung dan bahkan kemudian sangat lama.

Baca Lainya:  Permasalahan Mobil Timor

Tekanan semprotan yang kurang kuat merupakan masalah yang sering kali disertai dengan injektor bahan bakar. Alasannya, lubang jarum injektor terhalang oleh kotoran, akibatnya stasioner tidak lancar, tidak bertenaga, hasil uji emisi tidak benar. Umumnya yang terjadi adalah kondisi injektor bahan bakar tidak sama di setiap silinder, sehingga pasokan bensin untuk setiap silinder tidak sama.

Ini menyebabkan pengapian (misfire). Ketika terjadi misfire, kandungan oksigen terbuang melalui knalpot. Pada mobil yang dilengkapi dengan sensor oksigen, kandungan oksigen dalam gas buang dianggap sebagai ECU dimana mesin bekerja dalam kondisi lean.

Baca Lainya:  Tips aman berkendara pada malam hari

Lebih lanjut, ECU memerintahkan injektor untuk menyemprot lebih banyak bensin, meskipun ini mengakibatkan silinder mendapatkan terlalu banyak bensin. Karena itu injektor bahan bakar kotor perlu dibersihkan. Jarum injektor bahan bakar tidak menutup dengan kencang, sehingga bensin menetes ke dalam ruang bakar.

Akibatnya, mesin sulit dinyalakan, ruang bakar dan busi basah, kotoran membuat pola semprotan tidak merata. Akibatnya, bensin boros, stasioner tidak lancar, tidak bertenaga, asap hitam keluar dari knalpot dan perhitungan sensor Lambda kacau.
Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.