Benarkah Mobil Tua,Termostat lebih baik di copot..?

Otomotif | Sering kita dengar,teman teman saat membeli mobil seken atau mobil bekas mempertanyakan,indikator suhu mesin atau temperatur menunjukan dibawah dari standar pada umumnya,misal indikator bahkan berada pada titik terendah atau terkadang hanya seperempat atau satu strip yang pada umumnya indikator temperatur suhu pada mobil biasanya setengah 1/2 kurang sedikit.

pada kebanyakan kasus di atas,biasanya mekanik atau bengkel melepas termostat dengan dalih agar suhu pada mesin normal dan tidak overheat.biasanya mekanik melepas termostat bukan karena alasan,tetapi mekanik memberi solusi mungkin bagi beliau sang mekanik itu adalah solusi yang terbaik daripada mobil harus overheat yang berakib lebih parah akan kerusakan pada mobil konsumen.memang betul masuk akal solusi mekanik harus mencopot termostat.

Sebenarnya dengan mencopot termostat itu bukanlah salah satu solusi yang harus diterapkan untuk mencegah overheat yang di akibatkan termostat,mencopot termostat hanyalah untuk alternatif saja.

Mengapa Harus dicopot..?

Menurut saya mekanik atau pemilik mobil sebelumnya dengan sangat terpaksa harus mencopot termostat karena mobil sering mengalami overheat atau bermasalah dengan pendingin mesin dan menurut saya termostat tidak bekerja baik bisa dikarenakan faktor usia atau rusak pada termostat dan perlu diganti.

Baca Lainya:  Fungsi sensor WTS dan letak WTS pada mobil Timor

Bila termostat sudah diganti dengan yang baru tetapi mesin mobil masih overheat dan si pemilik atau mekanik tidak mau ribet dengan lewat jalur alternatif dengan mencopot termostat agar sirkulasi air radiator tidak tersumbat dan dapat bersirkulasi dengan lancar dan akan jauh dan terhindar dari masalah overheat,dengan catatan radiator tidak tersumbat dan kipas radiator tetap bekerja dengan normal.

Dampak termostat dicopot:

Suhu atau temperatur mesin tidak normal dan tidak stabil cenderung indikator temperatur pada spedometer selalu menunjukan dibawah standar sehingga suhu ideal pada mesin tidak terpenuhi atau tidak tercapai  suhu yang dibutuhkan saat mesin bekerja.dan mengakibatkan konsumsi bahan bakar boros dan  lain lain.

Solusi:

Bila teman teman teman ingin termostat tetap terpasang pada mobil seperti pada umumnya,walaupun bagaimanapun juga walaupun termostat dicopot seolah tidak masalah dengan mesin saya yakin termostat dibikin hampir semua pada jenis mobil semua itu ada fungsi yang sangat penting untuk kelangsungan kinerja mesin agar dapat bekerja dengan sempurna.

Baca Lainya:  Kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli kendaraan Anda

teman teman bila ingin memasang kembali termostat pada mobil teman teman :

  1. Pastikan Radiator mobil teman teman dalam keadaan baik dan bila masih ragu sebaiknya di korok dulu atau di servise atau diganti bila mampu untuk mengganti.kalo memang masih bisa di servise lebih baik di servise saja.
  2. Pasang Radiator dan kuras berkali kali dengan deterjen agar permukaan benar benar bersih pada waterjaket sehingga nanti saat di isi coolant dan mobil beroperasi air radiator atau coolant bebas dari kotoran,kerak dan lumpur  yang akan menyebabkan penyumbatan pada radiator maupun pada termostat yang bisa mengakibatkan air radiator tidak bersirkulasi dan terjadi overheat pada mesin.
  3. cek sensor WTS apakah benaar benar masih bagus atau perlu diganti,cek apakah otomatis kipas radiator masih bekerja pada suhu ideal indikator temperatur menunjuk setengah 1/2 kurang sedikit seharusnya kipas radiator akan bekerja otomatis.
  4. pastikan kipas radiator masih dalam keadaan normal.
Baca Lainya:  Menganalisa sensor mobil Timor DOHC masih berfungsi baik atau tidak

insaalloh temperatur kembali normal dan terhindar dari overheat.semoga bermanfaat bila teman teman mempunyai informasi terkait seputar termostat bisa ditulis pada kolom komentar dibawah ini agar teman teman bisa menemukan informasi yang lebih jelas lagi.

karyono

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.