Pebisnis Pemula Harus Tahu 4 Risiko Usaha Sablon!

Jadiberkah.com – Usaha sablon makin banyak peminatnya akhir-akhir ini. Prosesnya yang mudah dipelajari dan cara pemasarannya yang tergolong sederhana membuat usaha ini dilirik. Jaminan pembeli yang tetap membuat usaha di bidang ini tidak ada matinya, meskipun zaman telah berkembang. Namun, Anda tetap harus memperhatikan pula risiko usaha sablon.

Setiap pilihan usaha, tentu ada resiko yang menyertai. Memahami risiko bisa membuat Anda mempunyai bahan pertimbangan dalam evaluasi dan keputusan usaha, bisa mengestimasi keuntungan, sekaligus merancang upaya produktif yang bisa ditempuh. Memahami risiko usaha sablon akan membuat Anda tahu apa yang sebaiknya dilakukan.

4 Risiko Usaha Sablon yang Harus Diketahui Pemula

Berikut ini adalah empat risiko usaha sablon yang perlu diketahui bila Anda memutuskan terjun di bidang ini.

Baca Lainya:  Kisah Sukses Pengusaha Tambal Ban dari Pak Ibrahim yang Patut Dicontoh

Risiko Kalah dalam Persaingan

Usaha sablon sebenarnya bukan usaha musiman. Bila Anda piawai memikat hati pelanggan maka Anda bisa dengan mudah mendapatkan pesanan, meskipun tidak sedang ada momen penting. Hal ini mengharuskan Anda membuat strategi usaha yang jitu agar risiko kegagalan usaha tidak mengintai Anda.

Perbanyak relasi, perkuat personil pemasaran, perbaiki kualitas hasil sablon maka Anda akan terhindar dari risiko kegagalan usaha karena kalah dalam persaingan.

Risiko Kekurangan Modal

Pelaku usaha ini sebenarnya tidak membutuhkan banyak modal pada awalnya. Namun, di tengah perjalanan, ketika ada pelanggan yang menginginkan pengerjaan cepat dalam jumlah banyak, Anda harus siap dengan modal agar pelanggan tidak lari memilih yang lain. Terlebih bila para pesaing sudah menggunakan mesin sablon yang canggih, Anda tentu harus mengantisipasi.

Risiko Kekurangan Tempat

Saat permintaan membludak, Anda harus siap dengan resiko kekurangan tempat. Kemampuan Anda mengendalikan hal ini tanpa mengeluarkan banyak dana sangat menentukan kinerja Anda selanjutnya

Risiko Kekurangan Tenaga Kerja

Anda mungkin merasa telah memiliki tenaga kerja yang cukup untuk memenuhi permintaan pelanggan. Akan tetapi, pada titik tertentu, saat Anda harus menerima ribuan pesanan, Anda harus siap mengantisipasi hal ini, misalnya dengan mengajak karyawan insidentil/kontrak yang tidak terikat, untuk memenuhi kebutuhan pesanan yang sedang banyak. 

Demikianlah empat risiko usaha sablon yang harus diantisipasi agar Anda terhindar dari kerugian dan tetap bisa melanjutkan usaha. Bila sudah bisa Anda persiapkan dengan matang, maka jalan untuk memulai bisnis sablon tidak akan mengalami penurunan. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.