Hari Raya Idul Fitri Jatuh Pada Tanggal 13 Mei, Sudahkah Anda Menyiapkan Zakat?

Jadiberkah.com – Ramadhan tahun ini masih belum bisa dipastikan apakah sepanjang 29 hari atau 30 hari. Biasanya pihak kementerian Agama akan melakukan observasi terlebih dulu untuk menentukan hari raya idul fitri jatuh pada tanggal berapa di tahun ini.

Idul fitri memang selalu di tanggal 1 Syawal tahun Hijriyah. Namun karena kita menggunakan kalender Masehi, jadi perlu beberapa penyesuaian. Sebagaimana diketahui, tahun Hijriyah dikenal juga juga sebagai tahun Qomariyah. Sistem penanggalan pada tahun Qomariyah berdasarkan pada peredaran bulan.

Berbeda dengan tahun Masehi yang dihitung melalui gerakan matahari. Tidak heran jika dalam satu tahun selalu ada selisih beberapa hari antara tahun Masehi dan tahun Hijriyah. Hari raya idul fitri pun selalu bergeser waktunya, tidak memiliki tanggal yang sama di kalender Masehi.

Hari Raya Idul Fitri Jatuh Pada Tanggal 1 Syawal, Begini Cara Menghitungnya

Setiap tahun menjelang berakhirnya bulan Ramadhan, Kementerian Agama selalu mengadakan sidang Isbat. Sidang ini bertujuan untuk menghitung hari raya idul fitri jatuh pada tanggal berapa tahun ini. Dalam proses tersebut ada beberapa metode yang biasa digunakan. Berikut metodenya.

Rukyatul Hilal

Rukyatul Hilal atau mengamati bulan sabit ini dilakukan pada saat matahari akan terbenam. Fase bulan yang gelap, lalu kelihatan bentuk sabit, kemudian menjadi purnama sampai gelap lagi. Fase perubahan bulan ini lah yang menjadi petunjuk untuk mengetahui apakah Ramadhan selesai.

Fase perubahan bulan tersebut juga biasa digunakan untuk menentukan bulan-bulan islam. Untuk mengamatinya dapat menggunakan alat atau hanya dengan mata telanjang. Bila menggunakan mata telanjang, tempat yang biasanya digunakan sebagai rujukan melihat bulan adalah pantai atau gunung. 

Hisab

Hisab ini dikenal juga dengan metode penghitungan kapan bulan akan dimulai. Perhitungan ini dianggap lebih praktis sebab tidak perlu lagi mengamati perubahan bulan. Selain itu metode perhitungan juga dianggap lebih akurat. 

Namun sistem perhitungan ini masih terbagi dua. Ada yang mengikuti perhitungan semenjak abad XV Masehi dengan data yang tidak berubah. Namun ada juga yang menggunakan data kontemporer dari Badan astronomi dengan perhitungan mutakhir. 

Gelombang Laut

Pasang surutnya air laut juga dapat dijadikan acuan untuk mengetahui apakah Ramadhan telah berakhir. Air laut akan naik tinggi jika telah memasuki bulan baru. Artinya bulan Syawal telah masuk pada keesokan hari dan Ramadhan telah berakhir. 

Proses pasang surut air laut ini dipengaruhi oleh gaya tarik benda langit. Matahari dan bulan bisa menyebabkan gelombang serta memengaruhi pasang surut laut. Biasanya yang menggunakan metode ini tinggal di dekat perairan. 

Perhitungan Jawa 

Tidak banyak yang mengetahui cara menghitung bulan dengan menggunakan penanggalan Jawa ini. Bermula dari penobatan Aji Saka sebagai raja yang lantas diabadikan sebagai kalender Hindu. Kalender Aji Saka disesuaikan dengan gerakan matahari yang mengitari bumi. 

Begitu Islam masuk ke Nusantara dengan perantara para pedagang dari timur tengah, kalender ini pun disandingkan dengan kalender Hijriyah. Penyatuan kedua penanggalan tersebut kini dikenal dengan istilah kalender Aboge. Kebanyakan yang menggunakan kalender ini adalah penganut Islam Kejawen. Hasil perhitungannya seringkali berbeda dengan hasil perhitungan dari pemerintah. 

Secara umum, Indonesia lebih banyak menggunakan metode Hilal untuk mengetahui hari raya idul fitri jatuh pada tanggal berapa. Staf departemen Agama yang tersebar pada 305 titik di Indonesia melakukan pengamatan secara teliti. Kemudian ditentukan apakah Hilal terlihat atau tidak pada sebagian besar lokasi tersebut. Setelahnya baru diadakan pengumuman kepastian hari raya Idul Fitri. 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.