Kisah Sholat Jumat Di Masjidil Haram

Artikel | Kali ini Jadiberkah.com akan berbagi kisah nyata dari salah satu jhamaah haji yang menceritakan pengalaman saat Sholat Jumat Di Masjidil Haram,Semoga dapat menginspirasi teman teman semua untuk bisa berangkat seperti saudara lainya.Berikut Ulasan cerita ini di kutip dari akun sosial media yang bernama Ambu Uthie

Rasanya sudah tak tertahankan. Sholat Jum’at di Masjidil Haram adalah perjuangan tersendiri. Ini adalah tempat tervaforit, most wanted pake bangettt sedunia untuk sholat Jum’at. Tidak hanya jamaah haji dan umrah yang ke sini namun tentu saja penduduk. Perjuangan mendapatkan seat di sini cukup menantang. Selain melalui desakan ribuan orang, jalan berliku yang panjang karena akses masuk banyak diblokir karena sudah penuh, dan yang paling menantang adalah bagaimana bersabar duduk berjam-jam dan menjaga jangan sampai kita batal. Hehehehe. Karena kalau batal, kelar sudah semua.

Hari ini saya sudah melewati haram sejak jam 8 pagi. Orang-orang sudah ramai. Akses masih terbuka lebar. Tapi karena belum makan, maka saya mencari makan dan ke kamar mandi dulu.
Singkat cerita akhirnya saya berada di Haram sekitar pukul 10. Jamaah bertambah banyakkk. Akses masuk sudah mulai ditutup sana sini dengan alasan penuh dan diminta mencari pintu lainnya. Karena ini jumat terakhir sebelum pulang, maka saya berusahaaaa untuk bisa sholat di tempat yang bisa melihat ka’bah. Agak deg2an karena keputusan cepat harus segera dibuat. Bila menemukan jamaah wanita, meski penuh apakah berusaha cari sempilan atau tetap berjuang keliling sana-sini sampai dapat. Akhirnya saya memutuskan nyari sempil2an. Ga mau ambil resiko ga dapat tempat dan malah ga bisa lihat ka’bah. Akhirnya saya nyuempilll di belakang.

Baca Lainya:  Dasar hukum puasa ramadhan dalam alquran dan hadits

Waktu terasa sangat panjang menunggu adzan. Diperparah oleh rasa haus yang sangat sementara saya tidak membawa air. Zamzam terlihat sih tapi saya malas menyebarang ibu2 yang banyak ini.
Dalam keadaan haus, ngantuk, seorang ba’aji alias ibu dari Bangladesh (saya nguping dia dari mana) datang. Dalam hati saya agak sebel (ga boleh ya cyint dicontoh) ‘rrrrrr dah penuh mau dimanaaa. Please dah bu’. Dan semua sok cuek ke ibu itu pura2 ga liat karena kalau liat alamat dia akan nanya ‘gue bisa nyelip di sebelahlu ga?’ Itu ilusi gw aja siy
Eh dengan si ibu menemukan tempat dong di pojok pualiingg belakang. Congratz ibu

Baca Lainya:  Bolehkah sahur setelah adzan subuh berkumandang

Dan yang terjadi…
Si ibu itu ternyata baik bangettt. Dia ‘menyelamatkan’ hidupku. Dia menemukan di belakangnya ada gentong zamzam. Lalu dia tawarkan ke orang2nya di depannya. Semua orang senang termasuk aku yang dehidrasi ringan sedang dengan tingkat kesadaran gliyer2. Baaaajiiiiiii maapkan eyyykkkeeee…

I love you ba’aji. Tabarakallah…
Maaf ya yang udah sebel2 karena merasa diselip2in…

Baca Lainya:  Jadilah pekerja kreatif

Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.