ย  ย 

Hati hati melaknat seseorang,bisa bisa balik ke diri sendiri

Jadi Berkah |ย Hati-hatilah jika melaknat seseorang. Sangat mungkin laknat tersebut benar-benar terkabul, atau justru berbalik ke diri sendiri yang mengeluarkan laknat tersebut.

Misalnya, jika ternyata orang yang kita laknat tersebut sebenarnya tidak pantas mendapat laknat, maka laknat atau kalimat kutukan yang kita ucapkan bisa kembali pada diri sendiri. Na’udzubillah min dzalik.
Apa yang dimaksud dengan melaknat? Melaknat memiliki dua makna, makna pertama berarti mencela dan makna kedua berarti mengusir serta menjauhkan dari rahmat Allah.
Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,โ€œSesungguhnya seorang hamba apabila melaknat sesuatu, niscaya laknatnya akan naik ke langit, maka tertutuplah pintu-pintu langit hingga ia (laknat tersebut) tak dapat masuk, maka kembalilah ia terhujam ke bumi, akan tetapi pintu-pintu bumi pun tertutup untuknya, maka ia berputar-putar ke kanan dan kiri, dan jika tak menemui jalan keluar (menuju sasarannya), maka ia akan tertuju pada orang yang dilaknat jika memang ia pantas untuk dilaknat, akan tetapi jika tidak pantas, maka ia akan kembali kepada orang yang mengucapkan laknat tadi.โ€ (HR. Abu Daud)
Bahkan Rasulullah sendiri langsung mendapat teguran Allah ketika mendoakan laknat untuk Abu Jahl dan orang-orang musyrik Quraisy lainnya. Berikut ini dalilnya:
ู„ูŽูŠู’ุณูŽู„ูŽูƒูŽู…ูู†ูŽุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุฑูุดูŽูŠู’ุกูŒุฃูŽูˆู’ูŠูŽุชููˆุจูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ุฃูŽูˆู’ูŠูุนูŽุฐู‘ูุจูŽู‡ูู…ู’ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ุธูŽุงู„ูู…ููˆู†ูŽ
โ€œTak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim.โ€ (QS. Ali imran:128).
Maka berhati-hati dalam melaknat, apalagi jika yang kita laknat itu dari kalangan keluarga sendiri, seperti anak kandung, pasangan hidup, mertua, ipar, saudara kandung. Tak perlulah sampai melaknat mereka, tahan lisan kita agar laknat tak malah kembali pada diri sendiri atau jikalaupun terjadi, justru menjauhkan kerabat sendiri dari rahmat Allah. Astaghfirullahal’adzim.
Semoga bermanfaat dan bisa dijadikan bahan renungan dalam bertutur kata bisa lebih santun dan bijak.
Baca Lainya:  Apa Niatmu untuk Menikahiku.?